Sabtu, 21 Mei 2016

SIKAP DAN PERILAKU


SIKAP DAN PERILAKU
Psikolog sosiaal tidak bisa membaca sikap secara langsung. Kita mengukur sikap yang diekspresikan dan ekspresi tergantung pada pengaruh luar. Suatu pengukuran sikap yang lebih baru dan lebih luas digunakan, implicct association test (IAT), menggunakan waktu reaksi untuk mengukur seberapa cepat seseorang mengasosiasikan konsep (Greenwald, & dkk, 2002, 2003). Sikap implisit dan eksplisit dapat secara bersamaan memprediksikan perilaku lebih baik dibandingkan jika mereka berdiri sendiri (Spence & Townsend, 2007). Salah satu area di dalam otak (amigdala, pusat bagi persepsi akan ancaman) aktif ketika secara otomatis mengevaluasi sti,uli sosial.
Sikap umum seseorang terhadap agama merupakan prediktor yang buruk, namun sikap religius dapat cukup baik dalam memprediksikan jumlah total perilaku religius dalam rentang waktu tertentu (Fishbien & Ajzen, 1974; Kahle & Berman, 1979). Setelah penelitian ini ditemukan prinsip agregasi, yaitu efek dari sebuah sikap yang menjadi lebih jelaas ketika dilihat pada perilaku rata-rata dari seseorang dibandingkan ketika kita memutuskan untuk mengisolasi mereka untuk tindakan tertentu.
Dalam teorinya Ajzen bersama Fishbien dalam “teori perilaku terencana”, hal yang lebih baik memprediksikan perilaku adalah mengetahui perilaku yang diniatkan oleh seseorang, dan self efficiency serta control yang merekaa persepsikan. Untuk mengubah kebiasaan melalui persuaisi, sebaiknya kita memengaruhi sikap seseorang terhadap hal-hal spesifik. Dua kondisi sikap yang akan memprediksikan perilaku, (1) ketika meminimalisasi pengaruh hal lain terhadap pernyataan sikap dan perilaku; (2) sikap secara spesifik relevan dengan perilaku yang diobservasi. Terdapat kondisi lainnya yaitu sebuah sikap memprediksikan perilaku lebih baik ketika sikap tersebut cukup kuat. Ketika sikap kuat maka perilaku kita akan banyak yang bersifat otomatis. Tanpa mencerminkan apa yang sebenarnya kita lakukan dengan melakukan apa yang biasa kita lakukan. Karna hal tersebut bersifat adaptif. Jika kita memikirkaan tentang sikap tersebut maka sikap kita akan menjadi lebih kuat. Penelitian Batson mengenai keunafikan moral, menemukan bahwa cermin membuat seseorang berperilaku sejalan dengan sikap moral. Terkadang kita bertahan untuk apa yang kita precayai, namun juga benar bahwa kita menjadi percaya pada apa yang kitaa pertahankan.
Perilaku merupakan haasil dari individu yang bersangkutan dan situasi yang mengelilinginya, dan penelitian tentang penjara sepertinya telah menarik para suarelawan yang rentan terhadap agresivitas (McFarlan & Carnaham, 2009). Seringkali orang menyesuaikan apa yang mereka katakan untuk meyenangkan para pendengar. Lebih cepat mengatakan berita baik daripada berita buruk, dan mereka menyesuaikan peesan mereka dengan posisi dari para pendengarnya ( Manis, & dkk, 1974; Tesser, & dkk., 1972;Tetlock, 1983). Orang cenderung menyesuaikan pesan-pesan dengan pendengar mereka, dan dengan melakukan hal ini mereka mempercayai apa yang mereka sampaikan. Untuk menjaga prinsip “sikap menjadi perilaku”, peneltian menunjukkan bahwa jika anda ingin seseorang melakukan suatu hal besar untuk anda, maka suatu strategi yang efektif adalah dengan cara meminta mereka untuk melakukan hal dari yang terkecil terlebih dahulu. Dikenal sebagai fenomena foot in the door. Ketika seseorang melibatkan dirinya dalam perilaku publik dan memersepsikan tindakan terebut sebagai tindakannya sendiri, maka mereka akan menjadi lebih percaya terhadap apa yang telah mereka lakukan. Cialdini dan koleganya (1978) berreksperimen mengeksplorasi suatu variasi dari fenomena kaki pintu engan mencobanya bersamaan dengan teknik low-ball.
Terkadang kejahatan adalah suatu komitmen yang diingkari secara bertahap. Setelah melakukan suatu kebohongan kecil, orang tersebut akan melakukan kebohongan lagi yang lebih besar. Cara tindakan jahat memengaruhi sikap adalah fakta paradoksional bahwa kita cenderung tidak hanya melukai mereka yang tidak kita sukai, namun juga tidak menyukai mereka yang kita lukai. Sifat dan tindakan saling melengkapi hingga terkadang sampai ke titik kebodohan moral. Semakin sering seseorang menykiti orzng lain dan menyesuaikan sikap mereka, maka akan semakin mudah dan  sering pula orang tersebut menyakiti orang lainnya. Hati nurani terkorosi. Perilaku positf memperkuat rasa suka pada seseorang. jika anda ingin mencintai seseorang lebih besar maka tunjukkanlah seakan-akan anda benar-benar mencintainya teramat besar.
Perilaku dalam masyarakat dapat memengaruhi siakp rasial dalam masyarakat tersebut. Banyak orang yang mengalami perasaan yang tidak nyaman karena adanya kontradiksi antara kata-kata dan apa yang mereka rasakan. Ritual-ritual politis-penghormatan kepada bendera yang dilakukan anak-anak sekolah, menyanyikan lagu kebangsaan-memanfaatkan konformitas publik untuk membangun sikap patriotisme.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar