Biografi
Abraham Maslow
Abraham Harold (Abe) Maslow lahir di
Manhattan, Newyork pada 1 April 1908. Ia adalah anak tertua dari tujuh
bersaudara dari pasangan amuel Maslow dan Rose Schilosky Maslow. Maslow
mempunyai masa kecil yang kurang bahagia, kehidupannya menderita, kesepian dan
dipenuhi dengan rasa malu, rendah diri dan depresi yang kuat.
Maslow tidak begitu dekat dengan
orangtuanya. akan tetapi kepada ibunya, Maslow menyimpan rasa benci dan marah
yang sangat besar. Tidak hanya pada masa kecilnya, sampai Ia menjalani
Psikoanalisis kebenciannya tak pernah hilang hingga kematian ibunya. Ia menolak
untuk menghadiri pemakaman ibunya tersebut.
Dalam buku hariannya, Maslow
menuliskan tentang kebenciannya terhadap ibunya. Dia menceritakan bahwa, ia
benar-benar sangat membenci ibunya. Tidak hanya penampilan fisik yang tidak ia
sukai, tetapi nilai-nilai dan pandangan yang yang dianut ibunya. Keegoisan,
kepelitan, tidak ada cinta untuk orang lain, bahkan bagi uami dan anak-anaknya
dan ketidakpedulian terhadap keluarganya. Orang yang tidak sependapat dengan
ibunya dianggap telah melakukan kesalahan. Maslow mengetahui tentang akibatnya
jika tidak adda cinta Ibu, tetapi filosofi kehidupan dan semua penelitian serta
teori sudah berakar dari kebencian terhadap sesuatu yang ibunya yakini.
Edward Hoffman melaporkan tentang
kekejaman Rosse Maslow. Ketika itu Maslow menemukan dua ekor kucing yang
terlantar di dekat rumahnya. Karena rasa kasihan, Maslow membawa kucing-kucing
tersebut pulang ke rumah dan menempatkannya di rumah bagian bawah tanah dan ia
memberinya susu. Ketika Rose tahu apa yang dilakukan Maslow membawa anak-anak
kucing tersebut, Rose langsung marah dan menendang kucing-kucing tersebut ke
tembok hingga mati.
Rose adalah seorang wanita yang taat
beragama dan sering menakut-nakuti tentang adanya hukuman dari Tuhan terhadap
Maslow. Ketika kecil, Maslow mencoba untuk melanggar ancaman ibunya dan
melakukan sesuatu yang dilarang. Ketika tidak ada hukuman yang datang, Maslow
berfikir bahwa apa yang dibicarakan ibunya itu tidak benar dan ia mulai
membenci ibunya dan tidak percaya terhadap agama sehingga menjadi ateis.
Maslow mempunyai bakat intelektual, sehingga
ia masuk sekolah di Boys High School di Brooklyn. Setelah lulus ia memilih
untuk melanjutkan studinya di City College of
New York mengambil konsentrasi hukum. Karena dia tidak suka dengan mata
kuliah tentang hukum, ia pindah ke Cornell University mengambil konsentrasi
psikologi. Setelah menjalani satu semestrer di Cornell, maslow kembali lagi ke
City College dengan tujuan untuk mendekati sepupunya, Bertha untuk menikahinya.
Satu semester sebelum pernikahannya, Maslow mendaftarkan diri di University of
Wisconsin dan memperoleh gelar sarjana filosofi. Karena ketrtarikannya terhadap
pandangan Behaviorisme dari John B. Watson, ia mengambil mata kuliah psikologi
untuk mengejar gelar doktor (Ph.D) dan ia dapatkan pada tahun 1934.
Pada tahun 1951 Maslow mendapat
posisi sebagai kepala depaartemen psikologi di Brandeis University. Walupun
memperoleh ketenaran pada tahun 1960-an, Maslow menjadi semakin tidak
bersemangat karena beberapa mahasiswanya tidak menyukai metode
pembelajarannyayang lebih ke penerapan ilmu daripada penedekatan intelektual
dan ilmiah.
Maslow menerima banyak penghargaan
semasa hidupnya, termasuk keikutsertaannya pada pemilihan presiden American
Psychology Association untuk masa jabatan tahun 1967-1968. Ketika tahun 1967,
Maslow terkena serangan jantung parah yang ternyata telah dialaminya selama 20
tahun yang tidak terdiagnosa. Pada saat ia meninggal, ia adalah seorang yang
terkenal tidak hanya di bidang psikologi saja, tetapi juga diantara
oraang-orang terpelajar pada umumnya terutama di bidang bisnis, maenejemen,
marketing, teologi, konseling, pendidikan, keperawatan, dan lain-lainnya.
Sebulan sebelum kematiannya, Maslow
menulis: “saya tidak mempunyai mental pemberani. Keberanian saya adalah cara
untuk mengatasi segala bentuk kegugupan, kesopanan, kelembutan, sifat
pemalu-dan hal ini selalu membuat saya lebih cepat lelah, tertekan, khawatir
dan sulit tidur” (hal.1307)
